Akulah wanita itu
Yang tidak pantas bersanding denganmu
Akulah wanita itu
Yang egois dan emosian
Akulah wanita itu
Yang selalu salah di manapun
Aku gagal
Aku kalah
Aku menyerah
Shofayana Wardatul Jamilah
Kamis, 01 November 2018
Lebih Baik sendiri untuk selamanya
Hari ini aku rapuh serapuh2nya bagaikan kayu dimakan rayap. Hancur..
dikehidupanku ini aku hanya bisa menyakiti orang lain, tidak pernah aku membuat orang lain tersenyum,pernah mencoba berbagi perasaan dengan seseorang tapi akhirnya aku juga menyakitinya.
Lebih baik aku sendiri
Aku merasa bersalah
Aku tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama
Mungkin aku ditakdirkan sendiri
Hidup mandiri
Tidak ditakdirkan untuk manja dan berbagi dengan orang lain
Tuhan ambil saja nyawaku sekarang aku lebih ikhlas daripada selalu menyakiti orang lain. Aku lelah tuhan,
Apa maksud dari semua ini...
Kenapa aku masih hidup sampai saat ini, apa rahasia dibalik semua ini ya Tuhan?
Semua hanya bisa kupendam sendiri, aku tidak mau berbagi dengan orang2 terdekatku, karena setiap aku cerita kelemahanku mereka akan pergi menghindar dan merendahkanku.
Aku tidak berguna
Aku lemah
Dan tidak berarti
dikehidupanku ini aku hanya bisa menyakiti orang lain, tidak pernah aku membuat orang lain tersenyum,pernah mencoba berbagi perasaan dengan seseorang tapi akhirnya aku juga menyakitinya.
Lebih baik aku sendiri
Aku merasa bersalah
Aku tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama
Mungkin aku ditakdirkan sendiri
Hidup mandiri
Tidak ditakdirkan untuk manja dan berbagi dengan orang lain
Tuhan ambil saja nyawaku sekarang aku lebih ikhlas daripada selalu menyakiti orang lain. Aku lelah tuhan,
Apa maksud dari semua ini...
Kenapa aku masih hidup sampai saat ini, apa rahasia dibalik semua ini ya Tuhan?
Semua hanya bisa kupendam sendiri, aku tidak mau berbagi dengan orang2 terdekatku, karena setiap aku cerita kelemahanku mereka akan pergi menghindar dan merendahkanku.
Aku tidak berguna
Aku lemah
Dan tidak berarti
Jumat, 08 Desember 2017
Kunci Hatiku Telah Hilang
Kenalkan namaku Ratih, aku adalah gadis yang mudah jatuh hati, tapi jatuh hatiku bukanlah tanpa alasan. Diriku memang mudah jatuh hati tapi juga mudah patah hati layaknya cakang telur yang mudah retak, diriku seperti ini karena selalu mencintai orang yang salah, orang yang aku fikir akan bisa membahagiakanku ternyata justru kebalikannya. Mereka justru menjadi pisau yang membunuh hatiku, berulang kali ku coba berpikir positif agar kubisa mendapatkan ketulusan cinta, tapi yang kudapatkan justru sakit hati yang bertubi-tubi. Aku mulai lelah dan pasrah. Kali ini aku akan bercerita tentang patah hatiku yang kesekian kali.
Tepat tanggal 3 mei 1979 tanpa sengaja aku bertemu seseorang, seseorang yg membuatku saat ini benar-benar menutup hati dan tak ingin membukanya untuk siapapun.
Ardhi itulah namanya, lelaki paling baik yang ku kenal saat itu, awalnya aku tak jatuh hati padanya, menaruh rasa suka padanya tidak terbesit sedikitpun dihatiku. Dia hanya laki-laki biasa yang mendekatiku layaknya laki-laki lain. Dia tak setampan kekasihku Purnomo. Purnomo adalah lelaki bejat yang ku cintai, sungguh bodohnya aku mencintai laki-laki seperti dia. Karena ketampanannya aku tersihir cinta, bapak dan ibuk pun tak menyetujui hubunganku dengan Purnomo, Purnomo memang beda tak seperti Ardhi, dia tak memiliki sopan santun dan perilakunya pun sangat menjengkelkan. Tapi aku sangat tulus mencintai Purnomo, aku berpikir bahwa suatu saat aku bisa menjadi jalan untuk dia agar bisa merubah sikapnya menjadi lebih baik tapi pada kenyataannya semakin hari sifat Purnomo semakin menjadi-jadi dia tidak berubah jadi lebih baik tapi justru menjadi seperti anjing liar. Waktu terus berjalan, perhatian Purnomo terhadapku pun lama-lama menghilang, dia pergi entah kemana, 2 tahun dia pergi membawa hatiku dan meninggalkanku tanpa memberi kabar. Aku berharap mendapatkan surat kabar darinya. Setiap hari ku tunggu dengan cemas kabar darinya, aku selalu membuka surat yang dikirim petugas pos di depan rumah, tapi tak ada satupun surat dari Purnomo, justru yang aku dapat adalah surat dengan pengirim nama lain, yaitu Ardhi. Dia mengirimkan surat perkenalan denganku.
Surakarta, 3 Mei 1979
Assalamualaikum wr. wb
Selamat pagi dek Ratih, pasti dek Ratih bertanya-tanya tentang siapa saya, kok sok kenal ngirim surat nggak jelas seperti ini. kenalkan dulu nama saya mas Ardhiansyah. Klo boleh jujur dek, saya sudah lama memperhatikan samean dan aku fans adek hehehe tapi sepertinya samean tidak mengenalku. Saya mengenal dek Ratih dari teman saya yang se desa sama dek Ratih, saat itu saya pas main ke rumah teman saya dan saya melihat dek Ratih cantik sekali hehe lalu saya pingin sekali mengenal dek Ratih lebih jauh, klo diperbolehkan ya kepingin ketemu langsung sama dek Ratih. Biar dek Ratih kenal saya juga. Ngonten mawon dek Ratih, mohon maaf sudah mengganggu waktunya buat baca surat dari saya. Nggeh pun dek. Klo sudi monggo dibales surat dari saya.
Salam dari fansmu
Ardhiyansah
Wassalamualaikum wr. wb
Begitulah isi surat dari Ardhi. Pada saat itu aku penasaran dengan sosok Ardhi, siapakah dia sebenarnya. Apakah Purnomo yang menyamar sebagai Ardhi ataukah memang orang lain. Untuk mengobati rasa penasaranku, ku balas surat dari pengirim atas nama Ardhi, surat itu berisikan bahwa apabila ingin bertemu denganku datang saja ke rumahku, aku tidak mau ketemu diluar. Toh apabila dia memang benar-benar lelaki yang baik pasti berani datang kerumah.
Tiga hari kemudian tak kusangka Ardhi menyanggupi surat balasanku. Dia akan segera main kerumahku minggu depan. Pada saat itu aku takut serta cemas, karena aku masih mempunyai kekasih Purnomo, aku takut ketika Ardhi datang ke rumah, Purnomo juga pas datang ke rumah dan beranggapan bahwa aku berselingkuh dengan Ardhi.
***** next story besok ya*****
Jodoh
Dimanakah kamu
Lama ku menanti kedatanganmu
Disini diriku sendiri terbalut sepi
Hanya aku dan ragaku
Saat-saat seperti ini ku menanti kedatanganmu
Tuk memeluk erat lukaku
Memegang erat tanganku
agar aku tetap kuat dengan semua ini
Ku merindukan kehadiranmu wahai sayang
Disini tulang rusukmu menanti kedatangan pemilik hati
Kapankah kau jemput tulang ini
Yg hampir kedinginan dan akan mati
Jodohkuu
Akankah kita bertemu di dunia ataukah disurga nanti
Aku akan setia menunggu kedatanganmu
Sampai akhir hayat ini
Minggu, 04 Oktober 2015
Puisi Bunda
Bundaku
Karya:
Shofayana W J
Bundaku
berbeda
Setiap
hari orang menceritakan kebaikannya
Penuh
jasa dan tumpahan air mata
Oh
sungguh bodohnya diriku
Yang
selalu membuat hatinya pilu
Lemah hidup ini
Saat
ia meninggalkanku sendiri
Banyak
dosa yang kulakukan padanya
Beribu
tetesan air mata pun tak akan mampu menghapusnya
Bunda, bunda
Ingin
rasanya hati membayar jasa-jasamu
Tapi
semua sia-sia
Dirimu
telah pergi
Meninggalkan
aku sendiri
Bersama
kesedihan yang menyelimuti
Langganan:
Komentar (Atom)