Tepat tanggal 3 mei 1979 tanpa sengaja aku bertemu seseorang, seseorang yg membuatku saat ini benar-benar menutup hati dan tak ingin membukanya untuk siapapun.
Ardhi itulah namanya, lelaki paling baik yang ku kenal saat itu, awalnya aku tak jatuh hati padanya, menaruh rasa suka padanya tidak terbesit sedikitpun dihatiku. Dia hanya laki-laki biasa yang mendekatiku layaknya laki-laki lain. Dia tak setampan kekasihku Purnomo. Purnomo adalah lelaki bejat yang ku cintai, sungguh bodohnya aku mencintai laki-laki seperti dia. Karena ketampanannya aku tersihir cinta, bapak dan ibuk pun tak menyetujui hubunganku dengan Purnomo, Purnomo memang beda tak seperti Ardhi, dia tak memiliki sopan santun dan perilakunya pun sangat menjengkelkan. Tapi aku sangat tulus mencintai Purnomo, aku berpikir bahwa suatu saat aku bisa menjadi jalan untuk dia agar bisa merubah sikapnya menjadi lebih baik tapi pada kenyataannya semakin hari sifat Purnomo semakin menjadi-jadi dia tidak berubah jadi lebih baik tapi justru menjadi seperti anjing liar. Waktu terus berjalan, perhatian Purnomo terhadapku pun lama-lama menghilang, dia pergi entah kemana, 2 tahun dia pergi membawa hatiku dan meninggalkanku tanpa memberi kabar. Aku berharap mendapatkan surat kabar darinya. Setiap hari ku tunggu dengan cemas kabar darinya, aku selalu membuka surat yang dikirim petugas pos di depan rumah, tapi tak ada satupun surat dari Purnomo, justru yang aku dapat adalah surat dengan pengirim nama lain, yaitu Ardhi. Dia mengirimkan surat perkenalan denganku.
Surakarta, 3 Mei 1979
Assalamualaikum wr. wb
Selamat pagi dek Ratih, pasti dek Ratih bertanya-tanya tentang siapa saya, kok sok kenal ngirim surat nggak jelas seperti ini. kenalkan dulu nama saya mas Ardhiansyah. Klo boleh jujur dek, saya sudah lama memperhatikan samean dan aku fans adek hehehe tapi sepertinya samean tidak mengenalku. Saya mengenal dek Ratih dari teman saya yang se desa sama dek Ratih, saat itu saya pas main ke rumah teman saya dan saya melihat dek Ratih cantik sekali hehe lalu saya pingin sekali mengenal dek Ratih lebih jauh, klo diperbolehkan ya kepingin ketemu langsung sama dek Ratih. Biar dek Ratih kenal saya juga. Ngonten mawon dek Ratih, mohon maaf sudah mengganggu waktunya buat baca surat dari saya. Nggeh pun dek. Klo sudi monggo dibales surat dari saya.
Salam dari fansmu
Ardhiyansah
Wassalamualaikum wr. wb
Begitulah isi surat dari Ardhi. Pada saat itu aku penasaran dengan sosok Ardhi, siapakah dia sebenarnya. Apakah Purnomo yang menyamar sebagai Ardhi ataukah memang orang lain. Untuk mengobati rasa penasaranku, ku balas surat dari pengirim atas nama Ardhi, surat itu berisikan bahwa apabila ingin bertemu denganku datang saja ke rumahku, aku tidak mau ketemu diluar. Toh apabila dia memang benar-benar lelaki yang baik pasti berani datang kerumah.
Tiga hari kemudian tak kusangka Ardhi menyanggupi surat balasanku. Dia akan segera main kerumahku minggu depan. Pada saat itu aku takut serta cemas, karena aku masih mempunyai kekasih Purnomo, aku takut ketika Ardhi datang ke rumah, Purnomo juga pas datang ke rumah dan beranggapan bahwa aku berselingkuh dengan Ardhi.
***** next story besok ya*****